Eksplorasi 2018 | H-3

seperti 2 hari sebelumnya, kami semua sudah bangun saat matahari masih terbenam.
hari ini adalah hari terakhir kami di pulau untung jawa karena kami akan pindah ke pulau karya!.

aku seperti biasa, masih setengah nyawa pergi melaksanakan sholat subuh. selesai sholat aku langsung bergegas membereskan barang barangku sebelum kami semua berangkat.


“makan enak terakhir kita nih gengs.” canda Alev.

ngak sepenuhnya salah sih dia, mulai hari ini sampai dua hari kedepan, kami akan mulai memasak makanan kami sendiri dan belum tentu apa yang akan kami masak jadi seenak sarapan ini :”).

selesai sarapan, kami semua berkumpul kembali di tempat penginapan dan langsung mengambil barang masing masing. punggungku yang dah membaik kembali encok detikdetik saat aku memakai tasku yang berisi bajuku umurmasihmudalhokat.

setelah itu kami mulai perjalanan kami ke pelabuhan dengan jembatan yang dibenci oleh kami semua~.


Hantu, Mabok, Tidur, Pulau Pramuka

sebelum kami bisa sampai pulau karya, kami mesti ke pulau pramuka dulu~. menaiki kapal yang sama, yaitu kapal sanus, memakan waktu sekitar 1-2 jam-an untuk sampai di pulau pramuka.

ngak seperti hari pertama, kali ini hamper semua dari kita kena mabok laut. hhh ombaknya kali ini lebih kerasa dari sebelumnya.

aku, trisha, tata dan Fattah sempet bermain hantu selama.. ngak sampe 15 menit sebelum semuanya tepar tertidur. aku ngak tau berapa lama kami tidur tapi aku terbangun saat tiba” kepalaku terbentur dinding :”).

“kumpul oy kumpul, bentar lagi sampe”

dengan keadaan masih ngantuk dan mabok, kami semua berkumpul diatas sambal menunggu kapal berhenti


makan siang, belanja, pulau karya !

sampai di pulau pramuka, kami langsung berkumpul di masjid terdekat untuk melaksanakan sholat lohor(?). saat aku memasuki ruangan, ntah kenapa beberapa anak sekolahan langsung menatapku seolah aku mempunyai dua kepala. jujur, hal itu agak membuatku ngak nyaman, tapu aki memang ngak bisa salahin mereka sih.

selesai sholat, masing masing regu berpencar untuk makan siang. karna semua direguku nax hemat, kami pesan 2 piring nasi lalu dibagi empat :”).

selesai makan siang, kami seharusnya belanja untuk bahan-bahan yang kurang. tapi ternyata hamper semua barang yang kami butuhkan habis disana.

gagal, kami semua lanjut perjalanan ke pulau karya dengan menaiki kapal ojek~.


Tenda, beruang laut, makan malam

kapal berhenti di depan pelabuhan dan satu persatu dari kami turun secara bergantian. aku melihat sekelilingku dan waktu itu ada beberapa orang yang sedang menyelam. kata salah satu kakaknya mereka polisi? or something like that, aku kurang merhatiin.

tanpa basa basi lagi kami langsung melanjutkan perjalanan kami ke camping ground kami. tempatnya ngak terlalu jauh dari pelabuhan. sepertinya lapangan bola yang penuh pasir ini akan menjadi camping ground kami.

selesai menaruh barang masing masing, kami langsung bergegas memasang tenda. awalnya masih baik baik saja sampai tiba tiba

“eh pasakku cuma 2”

ni c e.

dari semua barang yang bisa ketinggalan, pasak milik tenda hanya ada 2. nahlho.

“yawdah pake ranting aja”

kami semua setuju yang langsung di laksanakan oleh Michelle dan Adinda. merekba berdua langsung bergegas mencari ranting ranting untuk dipakai sebagai penggantinya pasak.

ranting akhirnya terkumpulkan, tapi hampir semuanya berukuran Panjang dan mayan tebel. diantara kami berempat, ya.. bisa dibilang aku yang paling kuat (´ω`*). jadi dengan cepat aku patahkan satu satunya dengan menggunakan tangan dan paha. fuhhh.

selesai memasang tenda, aku tiba tiba mempunyai ide. yaudah untuk membuat “proteksi”. aku mengambil sebuah stik yang aku temukan lalu mulai membuat lingkaran di sekitar tenda kami. nah pasti tau kan apa yang aku lakukan? :^^. yAPS. aku mulai membuat proteksi dari beruang laut! pasti kalo nonton spongebob tau dah uwu.

proteksi telah dibuat, makan malam juga sudah selesai, matah hari terbenam, dan sekarang makan !


Refleksi, tidur~ uwah dingin.

seperti biasa, selesai dari makan malam kami semua kumpul untuk refleksi. ditengah refleksi aku sudah mulai merasa ngantuk dan mataku sudah terasa berat :”).

selesai refleksi, aku langsung ke dalam tendaku. didalam tenda, sudah ada Tata yang sudah tidur terlelap. Michelle dan Adinda waktu itu memutuskan untuk tidur diluar Bersama beberapa anak yang lain. alesannya si gegara di dalam tenda “panas”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: